Jumat, 09 November 2012

Makalah Manfaat Filsafat Ilmu Bagi seorang Yang Belajar Teologia atau Alkitab



Oleh : Nanang DJ
BAB 1   PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Filsafat mempunyai sejarah yang sangat panjang. Filsafat lebih tua dari pada semua ilmu dan kebanyakan agama. Filsafat baru akan dimengerti  setelah studi lanjut dan melalui  proses yang panjang untuk dipelajari.
Apakah manfaat filsafat Ilmu bagi seseorang yang belajar Teologia? Apakah Filsafat itu ? Apakah umat Kristen boleh belajar Filasafat? Pertanyaan itu sering muncul ketika seorang belajar teologia dan belajar tentang filsafat . Hal itu juga nampak terlihat secara nyata ketika mengamati mahasiswa STT RE program Strata 2 Teologi dan M.Pd.K sedang mengikuti perkuliahan Filsafat ilmu. Pada awalnya, mahasiswa terlihat bingung, ragu, penuh perdebatan pendapat, terlebih  ketika filsafat tersebut dikaitkan dengan iman atau Alkitab.
Ketika  mendengar kata Filsafat, sebagian besar orang langsung mengasosiasikannya sebagai sesuatu yang sangat abstrak dan merupakan kegiatan teoritis yang hanya dilakukan seseorang yang kurang kerjaan, sia-sia belaka.  
Anggapan itu ternyata sangat keliru, karena dengan mempelajari filsafat ternyata kita diajak untuk berpikir kritis, dipacu lebih dalam menanggapi berbagai hal.

Makin banyak manusia tahu, maka makin banyak pertanyaan-pertanyaan timbul. Manusia ingin tahu tentang asal dan tujuan, tentang dia sendiri, tentang nasibnya, tentang kebiasaannya, tentang kehidupan imannya  dan kemungkinan-kemungkinannya. 
Sikap itu sudah menghasilkan pengetahuan yang sangat  luas, yang secara metodis  dan sistematis memunculkan banyak jenis ilmu.
Filsafat adalah tempat dimana suatu pertanyaan-partanyaan dikumpulkan, diterangkan, diteruskan, bahkan  sampai menemukan  jalan keluar atau suatu kesimpulan. Filsafat tidak hanya menyelidiki salah satu segi kenyataan, melainkan apa-apa yang menarik perhatian manusia. Filsafat tetap selalu dibutuhkan oleh manusia dari jaman ke jaman, bahkan sampai saat ini. 1

B.       Tujuan Penulisan
Tujuan  dari  penulisan  makalah  ini  adalah  sebagai berikut :
1.      Dapat mengetahui sejauh mana manfaat filsafat Ilmu bagi seseorang yang belajar Teologia?
2.      Mengetahui apa saja manfaat filsafat ilmu bagi ilmu pengetahuan ?

____________________________________ 
[1] Harry Hamersma, Pintu Masuk Ke Dunia Filsafat. (Yogyakarta. Yayasan Kanisius, 1981), h.


BAB II
PEMBAHASAN
A.           Pengertian Filsafat
Secara etimologi, istilah ” Filsafat ” yang merupakan padanan kata falsafah ( bahasa Arab ) dan philosophy (bahasa Inggris), berasal dari bahasa Yunani  ( philosophia ). Kata philosophia merupakan kata majemuk  yang  terdiri kata ” philos ”  yang berarti ”kekasih  atau sahabat ” dan  sophia” yang berarti ” kebijaksanaan atau kearifan ” , bisa juga berarti ” pengetahuan ”  Jadi secara harafiah  philosophia” berarti  yang mencintai  kebijaksanaan atau sahabat pengetahuan”. Oleh karena itu istilah philosophia” telah di-Indonesiakan menjadi ” Filsafat ”. 2
Seiring dengan kemajuan  jaman , perkembangan filsafat sebagai pengetahuan terus berkembang dan melahirkan beberapa definsi tentang Filsafat, antara lain :
1.      Plato  : Filsafat adalah pengetahuan yang berminat untuk mendapatkan hakikat kebenaran dan menyelidiki sebab dan azas akhir dari segala sesuatu.
2.      Aristoteles : Filsafat adalah pengetahuan untuk mencari kebenaran  yang melibatkan berbagai disiplin ilmu, diantaranya metafisika, logika, retorika, ekonomi, politik dan estetika.
________________________
2  Jan Hendrik Rapar, Pengantar Filsafat. (Yogyakarta. Yayasan Kanisius, 1996), h. 14


3.      Pythagoras : Filsafat sebagai ” The Love For Wisdom ” ( Cinta akan Kebijasanaan ), manusia sebagai manusia yang mempunyai nilai tinggi, karena ia mencintai kebijaksanaan  ( Lovers of Wisdom). Yang dimaksud ” Wisdom” disini adalah kerinduan manusia untuk mengetahui tentang Allah.
4.      Rene Descartes , filsuf terkenal asal Perancis dengan teori ” Cogito ergo sum” ( aku berpikir, maka aku ada ) Filsafat : himpunan dari segala pengetahuan yang obyek penyeledikannya adalah  mengenai Tuhan, alam dan manusia.
5.      William James, Filsuf Amerika  yang terkenal dengan bapak pragmatisme dan pluralisme, Filsafat adalah suatu upaya yang luar biasa hebat untuk berpikir yang jelas dan terang.3 
Menurut pendapat penulis Filsafat adalah suatu usaha manusia   dalam  pengetahuan dan  akal digunakan sebagai sarana untuk  menemukan kejelasan  serta  kebenaran secara bijaksana.  Alasannya, jika kita perhatikan  secara harafiah  philosophia” berarti  yang mencintai  kebijaksanaan atau sahabat pengetahuan”.  Dengan demikian  dalam berfilsafat hendaknya jalan yang ditempuh untuk menemukan kebenaran pengetahuan dilakukan dengan bijaksana. Seorang Bapak FilsafatPytagoras”mengatakan Manusia sebagai manusia yang mempunyai nilai tinggi,karena ia mencintai kebijaksanan.
______________________________
3  Paulus Daun , Ilmu Filsafat dalam Perspektif Iman Kristen . ( Manado. Yayasan  Daun Family 2009), h. 8-9

B.       Asal Mula Timbulnya Filsafat
Ada tiga hal yang mendorong manusia untuk berfilsafat yaitu antara lain :
1.      Rasa heran atau keheranan ( dalam bahasa Yunani : thaumasia ).
2.      Kesangsian atau keragu-raguan.
3.      Kesadaran akan keterbatasan 4  
Jan Hendrik Rapar 5  mengatakan ada empat yang mendorong manusia berfilsafat, yaitu : 1). Ketakjuban, 2). Ketidakpuasan, 3). Hasrat bertanya, 4). Keraguan.

C.      Pengertian Filsafat Ilmu
Filsafat ilmu merupakan bagian dari epistomologi ( filsafat pengetahuan ) yang secara spesifik  mengkaji hakikat ilmu ( pengetahuan ilmiah ).  Filsafat ilmu  merupakan telaahan secara filsafat yang ingin menjawab beberapa pertanyaan  mengenai hakikat ilmu, seperti :
1.      Obyek apa yang ditelaah ilmu ?
2.      Bagaimana proses yang memungkinkan ditinbanya pengetahuan yang berupa ilmu ?  
3.      Untuk apa pengetahuan yang berupa ilmu itu dipergunakan  ? 6

_________________________
4 Harry Hamersma, Pintu Masuk Ke Dunia Filsafat. (Yogyakarta. Yayasan Kanisius, 1981), h.11
5 Jan Hendrik Rapar, Pengantar Filsafat. (Yogyakarta. Yayasan Kanisius, 1996), h. 16
6 Jujun S.Suriasumantri, Filsafat Ilmu sebuah Pengantar Populer. ( Jakarta. Pustaka Sinar Harapan, 2007), h. 33
D.           Manfaat Belajar Filsafat
1.      Sebagai forum  atau lapangan diskusi yang sama sekali bebas 7
2.      Sarana mencari hikmat di tengah semua pengetahuan. 7  
3.      Sarana berpijak bagi kegiatan keilmuan (menurut pemikiran Will Durant : “ dapat diibaratkan pasukan mariner  yang merebut  pantai untuk tempat pendaratan pasukan infanteri “ ).  8
4.      Sebagai pendobrak pikiran manusia yang terpenjarakan oleh tradisi dan adat istiadat nenek moyang.
5.      Sebagai pembebas, yang membebaskan manusia dari penjara pemikiran dan kepercayaan yang bersifat tradisional yang bersumber  dari cerita-cerita mitos, sehingga manusia dibebaskan dari kepicikan dan kebodohan.
6.      Sebagai Pembimbing, dengan berfilsafat manusia dapat dibimbing  berpikir sistematis dan logis, berpikir lebih luas dan mendalam sampai menemukan hakikat atau esensi dari satu kebenaran, berpikir secara integral dan koheren ( berkaitan ). 9 
7.        Membekali  bagi seorang dalam kegiatan berpikir , dalam menemukan kebenaran, melalui metode ilmiah dan sarana-sarana berpikir ilmiah dan pembahasannya secara sistematik dan terpadu .10
8.      Orang dapat melatih diri untuk berpikir kritis dan harmonis serta dapat menyusun hasil pemikirannya secara sistematis.

9.      Menambah pandangan dan cakrawala  yang lebih luas agar tidak berpikir dan bersikap sempit dan tertutup.
10.  Melatih diri melakukan penelitian, pengkajian dan memutuskan atau mengambil kesimpulan mengenai sesuatu hal secara mendalam dan konprehensif.
11.  Menjadikan diri bersifat dinamis dan terbuka dalam menghadapi berbagai masalah.
12.  Membuat diri menjadi manusia yang penuh toleransi dan tenggang rasa.
13.      Menjadikan manusia lebih taat pada Tuhan. 10








________________________
7 Harry Hamersma, Pintu Masuk Ke Dunia Filsafat. (Yogyakarta. Yayasan Kanisius, 1981), h.45
8 Jujun S.Suriasumantri, Filsafat Ilmu sebuah Pengantar Populer. ( Jakarta. Pustaka Sinar Harapan, 2007), h. 22
9  Paulus Daun , Ilmu Filsafat dalam Perspektif Iman Kristen . ( Manado. Yayasan  Daun Family 2009), h. 5-7 , 279
10 Patar Simanjuntak , Materi Kuliah Filsafat Ilmu 1 STT RE . ( Jakarta.    2012), h. 20


E.            Pengertian Teologia
Teologia  terdiri  dari  dua  kata “ Theos  yang berarti Allah dan  “ logos “ yang berarti  Ilmu, rasional, kajian. Dengan demikian arti kata teologia dapat diartikan sebagai “ Ilmu tentang Allah “
Menurut  kamus Filsafat “ Teologia”  adalah  Kajian tentang hubungan alam ilahiah dengan dunia fisik “
                        Menurut pakar baik dibidang Filsafat dan teologia mereka berpendapat : Menurut Ryrie, “Teologia “ adalah “ Suatu interprestasi rasional tentang iman agama “  Menurut Enns,  menyebutnya sebagai “Discourse about God” ( Uraian tentang Allah ), Menurut Thiessen, menyebutnya sebagai “ Ilmu Pengetahuan yang mempelajari Tuhan dan karya-karyaNya “
Teologia mengakui keberadan Tuhan bukan hanya dari segi logika, tetapi juga wahyu. 11
Secara garis besar penulis setuju pendapat para pakar tentang teologia, namun penulis menyimpulkan bahwa teologi adalah memikirkan mengenai Allah dan mengekspresikan pemikiran-pemikiran  tersebut dalam suatu cara berteologi yang benar sehingga dapat menghasilkan kehidupan yang kudus pada masa kini dan pada masa yang akan datang. ( Filipi 1 : 9-11,Kolose 1 : 9-1 ) .



______________________________
11 Paulus Daun , Ilmu Filsafat dalam Perspektif Iman Kristen . ( Manado. Yayasan  Daun Family 2009), h. 57

F.            Pengertian Filsafat Kristen
Dalam dunia ilmu sekuler  tidak ditemukan Filsafat Kristen, sebab filsafat Kristen merupakan upaya-upaya grejawi untuk mengambil pengetahuan filsafat supaya dengan pengetahuan itu dapat menjajaki seluruh ilmu. Dengan demikian, filsafat Kristen menjadi suatu disiplin ilmu dalam bidang teologia.
Filsafat Kristen pada dasarnya merupakan bagian dari filsafat umum tetapi dengan ruang lingkupnya sendiri, yaitu menyoroti filsafat umum itu dari segi iman Kristen.
Jadi Filsafat Kristen dimaksudkan untuk mengarahkan filsafat umum guna memuliakan Allah. Filsafat Kristen merupakan daya upaya manusia supaya kemajuan ilmu pengetahuan direkayasa oleh ilmu filsafat, sehingga akhirnya semua ilmu pengetahuan mengakui keberadaan Allah dan memuliakan Allah. Inilah yang merupakan tujuan utama dari filsafat Kristen.
Tujuan Filsafat Kristen, yaitu  mengarahkan manusia untuk tunduk pada pimpinan Tuhan sehingga Tuhan akan memberikan  pengetahuan yang sesungguhnya ( Amzal 1 : 7 ).12  
Hubungan Antara Filsafat dan teologia ialah bahwa filsafat meratakan jalan yang menuju ke teologia.13
__________________________
12 Jonar Situmorang , Filsafat dalam Terang Iman Kristen . ( Yogyakarta. Andi 2004), h. 5-6
13  Harun Hadiwijono , Sari Sejarah Filsafat Barat 2 . ( Yogyakarta. Kanisius 1980), h. 183

BAB III
KESIMPULAN

Dari pembahasan tentang Pengertian Filsafat, Asal Mula Timbulnya Filsafat, Pengertian Filsafat Ilmu, Manfaat Belajar Filsafat, Pengertian Teologia, Pengertian Filsafat Kristen, penulis mengambil kesimpulan :
A.      Manfaat filsafat Ilmu Bagi Seseorang Yang Belajar Teologia :
1.         Untuk mengarahkan filsafat ilmu  guna memuliakan Allah, karena  Filsafat Kristen merupakan daya upaya manusia supaya kemajuan ilmu pengetahuan direkayasa oleh ilmu filsafat, sehingga akhirnya semua ilmu pengetahuan mengakui keberadaan Allah dan memuliakan Allah.
2.         Mengarahkan manusia untuk tunduk pada pimpinan Tuhan sehingga Tuhan akan memberikan  pengetahuan yang sesungguhnya ( Amzal 1 : 7 ).
3.         Orang dapat melatih diri untuk berpikir kritis dan harmonis serta dapat menyusun hasil pemikirannya secara lebih sistematis dalam berteologia.
4.         Menambah pandangan dan cakrawala  yang lebih luas agar tidak berpikir dan bersikap sempit dan tertutup dalam memahami dan menerapkan ilmu teologia.

5.         Melatih diri melakukan penelitian, pengkajian dan memutuskan atau mengambil kesimpulan mengenai sesuatu hal secara mendalam dan konprehensif berkaitan dengan teologia.
6.         Menjadikan diri bersifat dinamis dan terbuka dalam menghadapi berbagai masalah.
7.         Membuat diri menjadi manusia yang penuh toleransi dan tenggang rasa di manapun berada.
8.         Menjadikan manusia lebih taat pada Tuhan.

B.     Manfaat filsafat ilmu bagi ilmu pengetahuan,yaitu :
1.      Membantu para peneliti mengembangankan pemikiran kritis dan harmonis ,ilmiah , sistematis, mendalam dan konprehensif untuk di sumbangkan bagi ilmu pengetahuan.
2.      Sebagai sarana, forum , suatu lapangan diskusi yang bebas dalam mencari serta menemukan hikmat di tengah semua pengetahuan yang ada agar tercipta ilmu pengetahuan yang berguna bagi  peradaban manusia di muka bumi ini.





DAFTAR PUSTAKA


1.    Daun, Paulus, 2009, Ilmu Filsafat dalam Perspektif Iman Kristen, Manado: Yayasan  Daun Family
2.    Hadiwijono, Harun, 1980 Sari Sejarah Filsafat Barat 2, Yogyakarta :Kanisius
3.    Hamersma, Harry, 1981 Pintu Masuk Ke Dunia Filsafat, Yogyakarta:Kanisius
4.    Rapar ,Jan Hendrik, Pengantar Filsafat, 1996. Yogyakarta:Kanisius,
5.    Suriasumantri, Jujun  S, 2007, Filsafat Ilmu sebuah Pengantar Populer.  Jakarta: Pustaka Sinar Harapan,
6.    Situmorang, Jonar , 2004, Filsafat dalam Terang Iman Kristen,Yogyakarta : Andi
7.    Simanjuntak ,Patar , 2012 Materi Kuliah Filsafat Ilmu 1 STT Rahmat Emmanuel .Jakarta.   






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar